Emturnas : Paracetamol Kaplet, Syrup

Emturnas : Paracetamol Kaplet, Syrup

Emturnas : Paracetamol Kaplet, Syrup
Informasi obat
Emturnas : Paracetamol Kaplet, Syrup.

Pabrik
First Medipharma.

Komposisi
Emturnas : tiap kaplet mengandung paracetamol 500 mg.
Emturnas forte : tiap kaplet mengandung paracetamol 650 mg.
Emturnas syrup : tiap sendok takar (5 ml)  mengandung paracetamol 120 mg.

Cara kerja obat
Analgesik – antipiretik.
  • Sebagai analgesik, bekerja dengan meningkatkan ambang rangsang rasa sakit.
  • Sebagai antipiretik, diduga bekerja langsung pada pusat pengatur panas di hipotalamus.

Indikasi
Meringankan rasa sakit pada keadaan sakit kepala, sakit gigi dan menurunkan demam.

Dosis
Emturnas
  • Dewasa : 1 - 2 kaplet 3 - 4 kali sehari.
  • Anak-anak 6 - 12 tahun : ½ - 1 kaplet 3 - 4 kali sehari.
  • Atau sesuai petunjuk dokter.
Emturnas forte
  • Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun : 1 kaplet tiap 4 - 6 jam, sehari tidak boleh lebih dari 6 kaplet atau sesuai dengan petunjuk dokter.
  • Anak-anak dibawah 12 tahun tidak dianjurkan minum emturnas forte, dikhawatirkan kelebihan dosis.
Syrup
  • 0 - 1 tahun : 1/2 sendok takar (2,5 ml) 3 - 4 kali sehari.
  • 1 - 2 tahun : 1 sendok takar (5 ml) 3 - 4 kali sehari.
  • 2 - 6 tahun : 1 - 2 sendok takar (5 - 10 ml) 3 - 4 kali sehari.
  • 6 - 9 tahun : 2 - 3 sendok takar (10 - 15 ml) 3 - 4 kali sehari.
  • 9 - 12 tahun : 3 - 4 sendok takar (15 - 20 ml) 3 - 4 kali sehari.
  • Atau sesuai petunjuk dokter.

Kontra indikasi
  • Penderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Penderita hipersensitif terhadap obat ini.

Efek samping
  • Penggunaan jangka lama dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Reaksi hipersensitifitas.

Peringatan dan perhatian
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal.
  • Bila setelah 2 hari demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak menghilang segara hubungi unit pelayanan kesehatan.
  • Penggunaan obat ini pada penderita yang mengkonsumsi alkohol, dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.

Kemasan
Emturnas : dus, 10 strip @ 10 kaplet.
Emturnas forte : dus, 10 strip @ 10 kaplet.
Emturnas syrup : dus, botol @ 60 ml.
  
Gitas Plus Kaplet : Hyoscine N-butylbromide, Paracetamol

Gitas Plus Kaplet : Hyoscine N-butylbromide, Paracetamol

Gitas Plus Kaplet : Hyoscine N-butylbromide, Paracetamol
Informasi obat
Gitas Plus Kaplet : Hyoscine N-butylbromide, Paracetamol.

Diproduksi oleh
Interbat.

Komposisi
Tiap kaplet salut selaput mengandung :
Hyoscine N-butylbromide    10 mg
Paracetamol 500 mg

Khasiat
Gitas plus mengandung kombinasi Hyoscine N-butylbromide sebagai obat antispasmodik dan Paracetamol sebagai obat analgesik. Hyoscine N-butylbromide mempunyai efek anti muskarinik yang bekerja pada saraf serabut pasca-ganglion kolinergik.

Indikasi
Nyeri paroksismal pada penyakit-penyakit lambung atau usus halus, nyeri spastik pada traktus biliaris, traktus urinarius dan organ-organ genitalia (misalnya dismenore).

Kontraindikasi
  • Jangan diberikan pada penyakit-penyakit glaukoma, hipertrofi prostat dengan kecenderungan retensi urine, stenosis mekanis di daerah traktus gastrointestinal, takikardia, megakolon.
  • Penderita yang hipersensitif terhadap komponen tersebut di atas.
  • Porfiria.
  • Tidak boleh digunakan pada penderita gangguan fungsi hati.

Efek samping
  • Kekeringan pada mulut dan kulit, konstipasi, palpitasi, flushing, aritmia jantung, bradikardia dan takikardia.
  • Pernah dilaporkan menyebabkan reaksi paradoxikal (gangguan waktu tidur) dan mempengaruhi penglihatan, oleh sebab itu hati-hati dalam mengemudikan kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
  • Dosis besar menyebabkan kerusakan hati.

Peringatan / perhatian
  • Penggunaan pada wanita hamil hanya jika benar-benar dibutuhkan, terutama pada trimester 1 kehamilan dengan mempertimbangkan resikonya terhadap janin.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien lanjut usia, pasien dengan gangguan jantung, kolitis ulseratif, paralytic ileus dan pyloric stenosis.
  • Hindari minuman beralkohol.
  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Keamanan pada wanita menyusui belum dapat dibuktikan.

Interaksi obat
  • Paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hepar bila diberikan bersama-sama dengan obat yang bekerja menginduksi enzim, seperti obat-obat hipnotis dan anti-epilepsi (misalnya glutethimide, phenobarbital, phenytoin, carbamazepin) dan juga rifampicin. Hal yang sama terjadi pula bila diberikan bersama-sama dengan alkohol yang berlebihan.
  • Apabila pengosongan asam lambung diperlambat misalnya dengan propantheline, maka kecepatan absorpsi paracetamol akan berkurang, sehingga mula kerjanya diperlambat.
  • Mempercepat pengosongan asam lambung, seperti pada pemberian metoclopramide, akan meningkatkan kecepatan absorpsi.
  • Kombinasi dengan chloramphenicol dapat memperpanjang waktu paruh, tetapi resiko toksisitas akan meningkat.
  • Penilaian secara klinis antara interaksi paracetamol dan warfarin serta derivat kumarin masih belum diketahui. Oleh karena itu, penggunaan paracetamol untuk jangka panjang pada pasien yang sedang menjalani terapi dengan antikoagulan oral hanya dapat dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Aturan pakai
Kecuali ditentukan lain oleh dokter, dosis yang dianjurkan adalah :
Dewasa : 1 - 2 kaplet, 3 kali sehari, ditelan utuh dengan sedikit air.
Dosis total sehari tidak boleh melebihi 6 kaplet.

Kemasan
Kotak berisi 5 strip @ 10 kaplet salut selaput.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
  
Epexol : Ambroxol HCl Drops / Tetes

Epexol : Ambroxol HCl Drops / Tetes

Epexol : Ambroxol HCl Drops / Tetes
Informasi obat
Epexol : Ambroxol HCl Drops / Tetes.

Dibuat oleh
Sanbe Farma.

Komposisi
Tiap ml mengandung :
Ambroksol HCl 15 mg

Farmakologi
Ambroksol HCl melonggarkan jalan napas mulai dari alveoli sampai trakea dengan beberapa mekanisme sebagai berikut :
  • Memulihkan produksi mukus seperti pada keadaan normal.
    Ambroksol HCl mengatur sekresi mukus pada bronkus dan menormalkan kembali sifat fisik mukus.
    Sekresi mukus dirangsang sehingga kekentalan dahak berkurang.
  • Meningkatkan aktivitas dan fungsi transport silia.
    Ambroksol HCl memulihkan mekanisme pembersihan daerah trakeabronkus dengan merangsang sel epitel bersilia.
    Gerakan silia meningkat, secara morfologis terlihat peningkatan jumlah "microvilli" dari sel epitel bersilia dan peningkatan aktivitas sel bersilia.
  • Merangsang produksi surfaktan (fosfolipid "surface active") paru-paru.
    Oleh karena efek anti-lekat dari surfaktan, maka pelekatan antara partikel lendir dengan dinding bronkus berkurang, demikian juga antar partikel-partikel mukus yang dapat menyebabkan terjadinya gumpalan-gumpalan lendir.
Ambroksol HCl diabsorpsi dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu paruh antara 9 - 10 jam. Pada pemberian berulang dalam dosis terapi, tidak menunjukkan terjadinya penimbunan.
Ambroksol HCl diubah menjadi beberapa metabolit inaktif setelah dimetabolisme, dan terutama dieliminasi sebagai konyugat glukuronat yang larut dalam air.
Ambroksol HCl memiliki daya toleransi yang baik, sehingga memungkinkan untuk digunakan dalam jangka lama.

Indikasi
Sebagai sekretolitik pada gangguan saluran napas akut dan kronis khususnya pada eksaserbasi bronkitis kronis dan bronkitis asmatik dan asma bronkial.

Kontra-indikasi
Hipersensitif terhadap ambroksol HCl.

Efek samping
  • Reaksi intoleran setelah pemberian ambroksol HCl pernah dilaporkan tetapi jarang.
  • Efek samping yang ringan pada saluran cerna pernah dilaporkan pada beberapa pasien.
  • Reaksi alergi dapat terjadi dalam keadaan yang jarang dan beberapa pasien yang terkena alergi juga menunjukkan reaksi alergi terhadap obat-obat lain. Reaksi yang ditemukan : pada kulit, pembengkakan wajah, dyspnea, demam.
  • Tidak diketahui efeknya terhadap kemampuan mengendarai atau menjalankan mesin.

Perhatian
Ambroksol HCl hanya dapat digunakan selama kehamilan (terutama trimester awal) dan menyusui jika memang benar-benar diperlukan. Pemakaian selama kehamilan dan menyusui masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Ambroksol HCl tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama tanpa konsultasi dokter. Dalam beberapa kasus insufisiensi ginjal, akumulasi dari metabolit ambroksol HCl terbentuk di hati.

Interaksi obat
Ambroksol HCl memungkinkan untuk dikombinasi dengan obat-obat lainnya terutama dengan kortikosteroid, bronkodilator dan antibiotik.
Pemberian bersamaan dengan antibiotik (amoksisilin, sefuroksim, eritromisin, doksisiklin) menyebabkan peningkatan penerimaan antibiotik ke dalam jaringan paru-paru.

Dosis
Sirup tetes (drops) 15 mg/ml (1 ml = 20 tetes).
Anak-anak s/d 2 tahun : 0,5 ml (10 tetes) 2 kali sehari.
Ambroksol tetes dapat dicampur bersama dengan sari buah, susu atau air.

Overdosis
Belum pernah dilaporkan, seandainya terjadi berikan terapi simtomatik.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Kemasan
Dus isi 1 botol @ 20 ml.
 
Kamolas Kaplet

Kamolas Kaplet

Kamolas Kaplet
Informasi obat
Kamolas Kaplet.

Diproduksi oleh
Solas.

Komposisi
Tiap kaplet mengandung paracetamol 500 mg.

Cara kerja obat
Paracetamol memiliki efek analgesik dan antipiretik. Paracetamol bekerja pada pusat pengatur suhu di hipotalamus untuk menghasilkan efek antipiretik (menurunkan demam), penurunan panas meningkat sebagai hasil dari vasodilatasi dan peningkatan aliran darah perifer. Paracetamol menghasilkan efek analgesik dengan meningkatkan ambang nyeri.

Indikasi
Mengurangi rasa sakit seperti sakit kepala, sakit gigi, dan menurunkan demam.

Dosis
Dewasa : 1 - 2 kaplet, 3 - 4 kali sehari tidak boleh lebih dari 8 kaplet sehari.
Anak-anak 6 - 12 tahun: ½ - 1 kaplet, 3 - 4 kali sehari.

Peringatan dan perhatian
Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan, karena dapat menyebabkan kerusakan hati. Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal. Bila setelah 2 hari demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak menghilang, segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan. Penggunaan obat ini pada penderita yang mengkonsumsi alkohol, dapat meningkatkan resiko kerusakan hati.

Efek samping
Penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.
Reaksi hipersensitifitas.

Kontraindikasi
Penderita dengan kerusakan fungsi hati. Hipersensitif terhadap paracetamol.

Interaksi
Alkohol, antikoagulan oral, kloramfenikol, aspirin, fenobarbital.